.
Pada 1925 ia mengorganisasikan konferensi international di New York yang menghasilkan pembentukan International federation of birth control league.Pada 1948 Margareth Sanger mempelopori pembentukan international Committee On Planned Paranthood yang dalam konferensinya di New Delhi pada 1952 meresmikan berdirinya International Planned Parenthood Federation (IPPF). Federasi ini memilih Margareth Sanger dan Rama Ran dari india sebagai pimpinanya. Sejak itu berdirilah perkumpulan-perkumpulan Keluarga Berencana di seluruh dunia,termasuk di Indonesia yang mendirikan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia

(PBKI). Sebelum PBKI didirikan di Indonesia,sudah banyak dilakukan usaha-usaha membatasi kelahiran secara individual. Diantaranya pelopor keluarga berencana itu adalah Dr.Sulianti Suroso dari Yogyakarta,menganjurkan para ibu untuk membatasi kelahiran mengingat angka kematian bayi cukup tinggi.Sedangkan di DKI Jakarta mulai dirintis di bagian kebidanan dan kandungan FKUI/RSCM oleh Prof.Sarwono Prawirohardjo
.
Pada tanggal 23 Desember 1957 PBKI diresmikan oleh dr.R.Soeharto sebagai ketua,beliau memperjuangkan terwujudnya keluarga sejahtera melalui 3 macam usaha yaitu
Pertama mengatur/menjarangkan kehamilan,kedua,mengobati kemandulan dan ketiga member nasehat perkawina.Untuk selanjutnya pada tahun 1970 pengelolaan program KB dikelola oleh suatu badan independent, yaitu Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menggantikan LKBN, yang pertanggungjawabanya langsung kepada Presiden RI.
DAFTAR PUSTAKA
ILMU KEBIDANAN,Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,Jakarta 2007.

No comments:
Post a Comment